Posts in Category: Sosbud

Jaran Kencak, Kuda Hias Unik Khas Tengger

Pak Tuyar, Pimpinan Jaran Kencak Dharma Bhakti Berpose di depan jaran kencak miliknya (Foto: Hilmy / MALANGTIMES)

Pak Tuyar, Pimpinan Jaran Kencak Dharma Bhakti Berpose di depan jaran kencak miliknya (Foto: Hilmy / MALANGTIMES)

Wilayah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) selain memiliki keindahan alam dan keragaman masyarakatnya juga memiliki potensi keunikan budaya yang jarang diketahui publik.

Jika umumnya masyarakat hanya mengenal upacara Kasodo dan berbagai upacara lain yang khas dari masyarakat setempat, terdapat beberapa budaya unik lain seperti Jaran Kencak (Kuda Kencak), tentu ini bukan Jaran Kepang yang biasa dikenal di masyarkat Jawa.

Kalau jaran kepang, pemainnya adalah manusia yang dirias kemudian menari diatas kuda buatan. Namun kalau jaran kencak kudanya yang dirias bak pengantin lengkap dengan ‘perhiasan’ dan pakaiannya, bahkan dihias dengan bulu merak sehingga terlihat mewah. Jaran ini juga bisa menari-nari mengantar tamu yang menungganginya.

Seperti diungkapkan Tuyar, pimpinan paguyuban jaran kencak Dharma Bhakti, bahwa jaran kencak tersebut awalnya untuk menyambut anak laki-laki yang akan sunat. Untuk menghilangkan rasa takut diarak dengan jaran kencak ini, pun demikian dengan pengantin baru. Namun dalam perkembangannya saat ini tidak sebatas untuk itu, melainkan juga untuk menyambut tamu dari luar Tengger.

“Jaran Kencak ini sudah ada sejak tahun 1918, asli dari Ngadas dan turun temurun, sekarang sudah turunan ke lima,” ungkap Tuyar, Jum’at (14/8/2015)

Kakek 70 tahun ini menambahkan, untuk tetabuhan dan hiasan kuda tersebut asli sejak awal berdirinya jaran kencak ini, atau awal abad 20. Namun untuk Kuda yang digunakan dapat berganti sesuai dengan usia Kuda yang bersangkutan, apabila sudah tua diganti Kuda baru.

“Kalau Kudanya ganti-ganti, paling tua usia 30 tahun, kalau ganti kuda yang baru harus dilatih dahulu, tidak bisa langsung diajak main jaran kencak,” imbuhnya.

Dia menambahkan perlu waktu dua hingga tiga bulan untuk melatih kuda sebelum diterjunkan ke pertunjukan. Kesenian Jaran Kencak ini juga sudah mulai dikenal masyarakat sekitar, tidak sebatas masyarakat Tengger. “Kita biasanya juga diundang untuk berbagai acara seperti nikahan, sunat di Tumpang, Pajaran, Ngebruk, dan beberapa daerah lain,” paparnya.

Tuyar berharap, kesenian Jaran Kencak ini bisa terus berkembang walaupun sekarang perkembangan zaman sudah modern, khususnya untuk generasi muda sebagai penerusnya. (*)

Pernah dimuat di: http://www.malangtimes.com/baca/3075/2/20150815/113851/jaran-kencak-kuda-hias-unik-khas-tengger/

Demi Kesehatan Nalar, Mari ‘Bertarung’ Berolahkata

ilustrasi oleh cargocollective.com (doc.googleimage)

ilustrasi oleh cargocollective.com (doc.googleimage)

Saya tidak tahu harus memulai tulisan perdana di laman ini (bunghilmy.com) darimana, yang jelas laman ini saya buat semata karena berbagai sebab yang muncul di otak saya, pertama sejauh ini gagasan-gagasan baik secara lisan maupun tulisan dalam kerangka besar sebuah gerakan literasi yang berasal dari berbagai aktivitas selama di dalam maupun di luar kampus mandek ditengah jalan setelah tak lagi menyandang status mahasiswa.

Kedua, terus terang saja, ketakutan saya atas segala hal yang telah, sedang, dan akan terjadi menjadi sia-sia apabila tak terdokumentasikan dengan baik. Terlebih, di zaman yang serba dijital ini teramat sayang apabila peristiwa, karya, bahkan gagasan penting tidak terwadahi semestinya, padahal berbagai macam fasilitas tersedia. Malu rasanya dengan para pendahulu seperti Tjokroaminoto, Soekarno, Tan Malaka, Sjahrir, Hatta, Hamka hingga generasi Gie yang rajin mengabadikan berbagai karya dan dokumentasi peristiwa dengan segala keterbatasannya.

Seiring berjalannya waktu, apabila direnungkan, tak ada salahnya memulai meski terlambat. Dengan gerakan literasi yang kontinyu minimal bisa memberantas kebodohan (saya sendiri). Ajakan dan provokasi saya bagi yang sempat mampir atau kesasar ke laman ini sederhana, Baca, Tulis, Terbitkan.

Selamat Berolahkata!

Gubuk Perjuangan

2 September 2016