Salam Perpisahan dari Awan

ilustrasi (dok.bunghilmy)

ilustrasi (dok.bunghilmy)

Matahari perlahan-lahan raib sebagai tanda ucap salam perpisahan dengan sang awan

Sang awan perlahan pergi sebagai tanda sambut pada sang mendung

Sang mendung datang gagah perkasa menyelimuti dunia rupa yang tak sanggup menahan gejolak tanya

Mengapa semua harus pergi?

Tak ada yang dapat mengungkap, datang dan pergi adalah ilusi yang dimainkan oleh pikiran ‘bodoh’ yang terjebak dalam sebuah kemunafikan

Tak ada yang datang dan pergi, dengan berbagai alasan, tak akan kembali seutuhnya

Tumbuh dengan semua yang baru dan menjadi percikan-percikan , serpihan-serpihan kebaharuan

Pergilah, baruhilah, pantaskanlah dan kembalilah meski tak kembali seutuhnya, akan menjadi rupa-rupa yang baru setengah utuh

Gubuk Perjuangan

16 Agustus 2016

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *